Dalam surat itu, para musisi menuntut para politikus untuk meminta izin terlebih dulu jika ingin menggunakan musik mereka dalam kampanye. Para musisi juga memegang hak penuh untuk menolak atau menerima permintaan izin tersebut.
Surat terbuka ini dilayangkan setelah sejumlah musisi, termasuk The Rolling Stones, melontarkan protes keras terhadap Trump karena memakai lagu mereka tanpa izin dalam kampanye.
The Rolling Stones bahkan mengancam bakal menggugat Trump jika masih terus menggunakan lagu mereka dalam kampanye.
Trump memang memainkan sejumlah lagu The Rolling Stones, seperti You Can’t Always Get What You Want dan Start Me Up, dalam kampanye pemilu presiden pada 2016 lalu.
The Rolling Stones lantas mengirimkan permintaan resmi agar Trump berhenti menggunakan lagu mereka, layaknya tuntutan yang juga diajukan Adele, Neil Young, dan Steven Tyler.
Namun, Trump tetap menggunakan musik para musisi tersebut. Setelah menang pemilu dan mengambil sumpah Presiden pada Januari 2017, Trump bahkan hadir ke konser pelantikannya dengan diiringi lagu Heart of Stone milik The Rolling Stones.
Editor :John.W













