Tahun 2018, Oliveira lebih menggila. Masih bernaung di bawah bendera Red Bull KTM Ajo, ia mengoleksi 12 podium, yang tiga di antaranya merupakan kemenangan. Ia bersaing sengit dengan Francesco Bagnaia (Sky Racing VR46) dalam memperebutkan gelar dunia. Sayangnya, lagi-lagi ia harus puas duduk di peringkat runner up dan mengakui keunggulan Bagnaia.
Naik ke MotoGP Bareng KTM, Tak Sia-siakan Kesempatan
Meski belum pernah mengantongi gelar dunia di kelas balap yang lebih ringan, sederet prestasi gemilang tetap membuat Oliveira diperhitungkan sebagai salah satu bintang masa depan MotoGP. Kolaborasi apiknya dengan KTM di Moto3 dan Moto2 pun membuat pabrikan asal Austria tersebut tak ragu untuk menggaetnya.
Mulai musim 2019, ia resmi naik ke kelas para raja, dalam naungan KTM dan bimbingan Tech 3 Racing yang kala itu baru saja meninggalkan Yamaha. Meski membela tim satelit, Oliveira dipastikan akan mengendarai RC16 dengan spek pabrikan dengan harapan dirinya mendapat kesempatan membela Red Bull KTM Factory Racing pada 2021.
Oliveira pun memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Meski terseok-seok dan harus absen di dua seri terakhir 2019 akibat cedera bahu usai tertabrak Johann Zarco di Silverstone, Inggris, Oliveira bangkit pada 2020 dengan langsung tampil kompetitif sejak seri perdana.
Dalam balapan MotoGP Styria, ia pun berhasil membayar kepercayaan KTM, dengan meraih kemenangan perdananya di MotoGP, serta membawa KTM menang di kandangnya sendiri. Ini juga merupakan bukti bahwa ia memang layak mendapatkan tempat di Red Bull KTM Factory Racing, menggantikan Pol Espargaro yang bakal hengkang ke Repsol Honda.
Editor : John.W













