“Pembangunan yang dilakukan China di wilayah sendiri masih dalam lingkup kedaulatan dan tidak ada hubungannya dengan militerisasi. Tidak ada alasan bagi AS untuk menjatuhkan sanksi yang tidak sah kepada perusahaan dan warga China karena keikutsertaan mereka dalam proyek konstruksi itu,” ujar Zhao.
Lihat juga:Militer AS dan China Menegang di LCS, Bakamla Kawal Natuna
Hubungan AS-China saat ini mencapai titik terburuk akibat berbagai persoalan. Mulai dari perang dagang, tuduhan pencurian kekayaan intelektual dalam bidang teknologi, sengketa Taiwan, polemik demokrasi Hong Kong, dan isu penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur.
Kedua negara juga unjuk kekuatan militer di Laut China Selatan. Masing-masing mengerahkan kapal perang, kapal induk dan jet tempur.
Pekan ini Angkatan Laut China menggelar latihan perang di Laut China Selatan. Mereka bahkan dilaporkan menguji rudal penghancur kapal induk, DF-26B and DF-21D.
Sedangkan AS disebut mengawasi latihan militer China dari udara menggunakan pesawat intai Lockheed U-2.
Editor : John.W













