“Jika kandungan merkurinya sampai masuk ke dalam plasenta, hal ini bisa membuat ibu bayi mengalami kelainan bawaan maupun masalah neurologis,” tutur dia.
“Tidak hanya itu, makan kepiting terlalu banyak juga bisa meningkatkan risiko alergi maupun keracunan pada ibu hamil. Alhasil, ibu hamil bisa alami muntah hebat, diare, dan gatal-gatal,” dr. Devia menambahkan lagi.
Lantas, bagaimana cara makan kepiting yang aman untuk ibu hamil? Dijelaskan oleh dr. Devia, berikut rangkumannya:
Masak Kepiting Sampai Matang
Hindari makan kepiting mentah atau tidak dimasak dengan benar. Bakteri dan parasit yang menempel pada kepiting akan hilang dengan menyeluruh saat kepiting dimasak sampai matang.
Hindari Bagian Capit
Capit kepiting biasanya lebih tajam ketimbang bagian tubuh lainnya. Anda diharapkan tidak makan bagian capit karena berisiko melukai kulit, bibir, dan mulut.
Jika Anda ingin makan bagian capit, mintalah bantuan orang lain untuk mengupasnya.
Jangan Makan Kepiting Sisa
Jika lauk kepiting hari ini tidak habis, sebaiknya langsung buang kepiting atau berikan pada orang lain yang memang menginginkannya.
Kepiting yang sudah didiamkan selama sehari penuh justru berbahaya karena kandungan nutrisinya sudah tidak ada lagi. Selain itu, suhu ruang juga bisa buat kepiting jadi terkontaminasi dengan bakteri.
Simpan Kepiting Belum Masak
Jika ada bagian yang tidak ingin dimasak, simpan kepiting mentah dalam wadah tertutup. Taruh sebagian kepiting di dalam lemari es dengan suhu kurang dari 4 derajat Celsius.
Agar nutrisi yang didapatkan tetap seimbang, ibu hamil wajib makan lauk lain seperti ikan, daging, sayur, dan buah. Dengan mengonsumsi lauk pauk yang lengkap setiap harinya, kebutuhan nutrisi ibu hamil pun akan tetap tercukupi.
Editor :John.W













