Satu studi mengungkapkan, orang yang makan ikan setiap minggu memiliki lebih banyak gray matter di otaknya, yang merupakan jaringan fungsional utama otak di bagian yang mengatur emosi dan memori.
Memberikan ikan bakar pada anak memang boleh saja. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut dr. Devia, salah satu syaratnya adalah harus sudah berusia di atas satu tahun.
“Boleh saja diberikan, anak usia satu tahun ke atas sudah bisa diberikan makanan keluarga [yang sama]. Misalnya sedang memasak ikan bakar di rumah, silakan berikan saja,” ungkap dr. Devia.
Selain itu, meski ikan bakar punya khasiat, makanan yang dibakar tetap punya risiko tertentu kalau dimakan terlalu sering. Dokter Devia mengatakan, ikan bakar yang dimakan oleh anak-anak hanya sebagai pengenalan.
Anak usia satu tahun sudah harus merasakan berbagai macam rasa, termasuk rasa pahit yang ada pada makanan olahan yang dibakar.
Selain itu, hal yang perlu diperhatikan juga adalah alat membakarnya. Sebisa mungkin jangan pakai arang. Sekarang sudah banyak dijual alat pemanggang yang lebih baik.
Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah pilih ikan yang tidak banyak durinya. Lalu, gunakan api kecil untuk memanggang supaya ikan tidak cepat gosong.
Pastikan anak juga tetap diberikan sayur dan buah sebagai pendamping makan ikan bakar. Buah-buahan dan sayur-sayuran juga menyediakan banyak antioksidan penangkal kanker yang mengurangi stres oksidatif akibat makanan bakar.
Buah dan sayuran pada akhirnya akan mengurangi tingkat peradangan dan membantu mencegah kanker.
Jadi, pada dasarnya ikan yang menghasilkan manfaat sehat untuk otak, ya, bukan karena proses pembakarannya.
Editor :John.W











