Headline

Mentan: Arahan Presiden, Ada Keterpaduan Kementerian/Lembaga Dukung Program Bidang Pangan

×

Mentan: Arahan Presiden, Ada Keterpaduan Kementerian/Lembaga Dukung Program Bidang Pangan

Share this article

”Kita berharap food estate muara akhirnya ada industri, katakanlah, kita berharap tidak menjual gabah di sana yang ada adalah jual beras, beras yang berkualitas yang bisa masuk ke marketplace, ke e-commerce, bahkan mungkin saja karena ini lahan cukup besar kalau ditata baik dia punya industri maka dia akan bisa menjadi produksi yang berkualitas ekspor,” katanya.

Lebih lanjut, Mentan berharap Presiden pada minggu pertama Oktober akan melihat melakukan kick-off di tempat itu karena alsintan sudah ditempatkan di sana dalam jumlah besar. Ia menambahkan sesuai harapan Presiden, mekanisasi dan teknologi pertanian bisa dilakukan untuk menjadi uji coba di sana.

”Oleh karena itu traktor jumlahnya di atas 1.000an, 1.200-an dan lain-lain mekanisasi sistem penaburan benih, sistem penaburan pupuk, ada drone yang main selain manual-manualnya juga jalan, karena juga petani harus kita berdayakan, tetapi internet of things juga akan kita mainkan di sana untuk bisa mempercepat tanaman yang ada,” ungkap Mentan.

Setelah ada kick-off, Mentan menyampaikan 44 hari sesudah itu penanaman diharapkan sudah rampung untuk 30.000 hektare, sebagai contoh untuk masuk pada 2021 di sekitar 80.000-an dan seterusnya sampai dengan 164.598 hektare yang sudah dipetakan.

Hal yang sama juga di Humbang Hasundutan, Mentan berharap secara bertahap akan masuk dan Sumatra Utara juga untuk persiapan lahan bibitnya sudah termasuk hortikultura.

”Presiden menekankan selain budidaya, mulai dari sarana produksi, alsintan, tenaga kerja, pelatihan, dan lain-lain kemudian ada RMU untuk menghasilkan gabah, tetapi kemudian bermuara kepada hadirnya industri beras yang ada,” jelas Mentan.

Presiden, lanjut Mentan, menekankan bahwa off farm menjadi penting. sehingga budidaya atau on farm harus ditingkatkan kualitasnya mulai dari varietasnya harus berkualitas, pupuknya harus maksimal sehingga produktivitasnya juga baik.

Off farm-nya menjadi penting, lanjut Mentan, artinya sesudah panen itu menjadi sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian sehingga RMU (Rice Milling Unit) atau penggilingan padi modern diminta oleh Presiden untuk disiapkan di sana sehingga pewarnaan bisa dilakukan dengan baik dari beras yang ada dari Kalimantan Tengah, dan ini menjadi contoh bagi provinsi lain.

”Sesudah ini berhasil bersama Menhan akan kita lakukan lebih kuat. Kerja sama kami dengan Menteri yang lain sangat ketat di lapangan, tidak ada yang berjalan sendiri dan saling topang satu dengan yang lain,” pungkas Mentan. (FID/EN)
Editor : John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *