KORDANEWS – LAHAT – Ratusan Emak-emak Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan sejak Senin (28/09/2020) pukul 18.00 WIB hingga Selasa (29/09) melakukan aksi demo sambil menutup dan memblokir Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera.
Hal itu disebabkan karena setiap harinya jalan lintas ini dilewati oleh ratusan truk tronton bermuatan batu bara dari lokasi tambang ke Stockpile serta Stasiun Banjarsari dan Arahan.
Menurut Wak Maya Farida selaku warga desa setempat, aktivitas angkutan batu bara ini hanya memberikan dampak debu.
“12 tahun kami menghirup debu batu bara pak, belum ada bantuan kompensasi dari perusahaan batu bara,” kata warga Desa Gunung Kembang itu diikuti oleh ratusan ibu-ibu yang lainnya.
“Rumah kami kotor setiap hari berkali-kali menyapu, mengepel lantai, untuk membersihkan debu batu bara yang menempel. Kesehatan kami terganggu, selalu bersin dan sesak nafas karena setiap harinya menghirup debu batu bara,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, M. Taufik salah satu warga desa setempat juga menerangkan, desa Gunung Kembang belum pernah mendapatkan kompensasi akibat debu batu bara dari beberapa perusahaan batu bara yang melintasi jalan lintas di desanya.
“Desa kami belum pernah mendapatkan kompensasi akibat debu batu bara. Sementara desa lain seperti Telatang, Muara Maung selalu dapat,” terangnya.













