Salah satu misi Bank Indonesia dalam berkontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia adalah “Turut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional hingga di tingkat daerah.” Misi tersebut di jadwalkan melalui berbagai bentuk sinergi dengan kementerian/lembaga dalam wadah KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), sebagai ikhtiar mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Tiga strategi utama yang dilakukan Bank Indonesia, yaitu: Penguatan Ekonomi Syariah melalui penguatan kelembagaan, infrastruktur pendukung dan halal value chain; Penguatan Sektor Keuangan Syariah Untuk Pembiayaan; Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi.
Dalam kaitan dengan strategi tersebut, Bank Indonesia terus mendorong agar Islamic Social Finance, benar-benar dapat dioptimalkan perannya dan dikelola dengan mengadopsi prinsip pengelolaan yang profesional, akuntabel dan tetap berpegang kepada prinsip syariah Islam. Islamic Social Finance yang berbasis pada ZISWAF memiliki potensi yang sangat besar dan sangat diperlukan terutama dalam masa pendemi saat ini, yang dapat menjadi penguat yang sifatnya complementary bagi Jaring Pengaman Sosial yang diusahakan oleh Pemerintah serta membangkitkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, untuk meningkatkan partisipasi secara global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu terus didorong, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi peluang pasar yang besar bagi pelaku industri halal oleh pelaku bisnis di luar negeri, tetapi juga menjadi pelaku utama dari industri halal, baik untuk memenuhi permintaan domestik maupun permintaan global yang terus meningkat. Oleh karenanya diperlukan kebijakan menciptakan ekosistem bagi berkembangnya industri halal di tanah air yang potensinya luar biasa. Indonesia dapat mengambil peran pada industri keuangan syariah, wisata halal, produk makanan halal, industri fashion, media, serta farmasi dan kosmetik halal. Dan pada saat yang sama peningkatan literasi dan akseptansi terhadap produk-produk berbasis syariah, juga perlu terus dilakukan. Pada webminar kali ini, Ibu Dr. Maftukhatussolikhah, M.Ag. akan membahas mengenai perkembangan ekonomi syariah, tantangan dan peluangnya di Sumatera Selatan.
“Besar harapan kami, bahwa diskusi pada pagi hari ini dapat memberikan manfaat serta dapat membuka wawasan kita bersama mengenai bagaimana perkembangan digitalisasi UMKM dan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu potensi ekonomi baru dalam menjawab tantangan perekonomian Indonesia di tengah pandemic COVID 19. Lebih lanjut, perlu kami informasikan bahwa kegiatan webinar ini juga merupakan rangkaian acara Lomba Karya Tulis Analytical Notes 2020 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerjasama dengan ISEI Cabang Palembang dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3MP) Universitas Sriwijaya. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali masukan pemikiran dari masyarakat baik dari kalangan akademisi maupun praktisi serta masyarakat luas mengenai strategi akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan syariah serta ekonomi digital di Sumatera Selatan. Lebih lanjut, hasil pemikiran yang dituangkan dalam paper para peserta dapat menjadi bahan masukan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bagi Bank Indonesia dan ISEI di Sumatera Selatan, terutama dalam mendukung fungsi advisory kepada para pemangku kepentingan di daerah. Oleh karena itu, kami mengharapkan Bapak/Ibu dapat turut aktif mengambil bagian dalam kegiatan perlombaan tersebut, terlebih setelah mendapatkan insight dari pelaksanaan webinar hari ini.
Meskipun masih dalam kondisi perekonomian yang melambat, kita harus tetap optimis, karena beberapa indikator ekonomi mulai menampakkan tanda-tanda perbaikan, khususnya di Sumatera Selatan. Kinerja ekspor kita yang mulai membaik dan kegiatan investasi yang juga mulai pulih. Demikian pula dengan kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh Pemerintah Daerah untuk mengakselerasi belanja pemerintah serta mulai dilakukannya kegiatan pembangunan infrastruktur, serta dibukanya kegiatan sektor ekonomi yang aman dan produktif, diharapkan akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di triwulan III dan periode-periode berikutnya.
“Era New Normal,menuntut adaptasi pada kebiasaan dan kondisi tatanan sosial dan ekonomi yang baru, termasuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Era New Normal juga telah dan akan melahirkan peluang-peluang baru dan bahkan peradaban baru yang Insya Allah lebih baik, dan akhirnya kita memerlukan optimisme baru untuk menggerakkan dan membangun perekonomian kita. Insya Allah, New Normal, New Opportunity and New Optimism ini akan menjadi motivasi kita bersama dalam membangun Sumatera Selatan yang kita cintai sebagai bentuk kontribusi kita menuju Indonesia Maju.” tutup nya (eh)
Editor : Chandra













