“Ditengah pandemi ini, kita patut apresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh Bupati dan tim RSUD demi keselamatan dan kesehatan yang tidak hanya dirasakan masyarakat Muba tetapi kepada seluruh masyarakat Sumsel,” ucapnya.
Senada, Ketua Tim Operasi Jantung Terbuka RSUD Sekayu Bermansyah menambahkan ada dua operasi yang kita kerjakan, yang pertama kelainan Jantung Kongenital yang di dapat sejak lahir dan yang kedua penyakit jantung yang ia dapat karena ada satu faktor ketika dia sudah dewasa yaitu Infeksi Katub Mitra. Adapun penyakit katup jantung karena infeksi ini, berarti kumannya cukup membuat gangguan pada katup.
“Jadi hari ini cukup komplit kita lakukan operasinya, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan pasien stabil”, jelasnya
Bupati Muba Dodi Reza Alex yang sejak awal bertekad menjadikan RSUD Sekayu sebagai rumah sakit terkemuka mengucapkan rasa syukur. Dia ikut mendoakan kelancaran operasi kepada dua pasien ini. Dodi juga memantau perjalanan operasi dari jarak jauh. Pesannya jelas : operasi jantung yang dilakukan hari ini berjalan lancar.
“Alhamdulillah, semoga keduanya segera diberikan kepulihan dan saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang menangani pelaksanaan operasi jantung terbuka hari ini,” ucapnya.
Dodi menambahkan, realisasi RSUD Sekayu menjadi RS Pusat Jantung Terpadu akan menjadi harapan baru bagi penderita jantung di Sumsel.
“Yang jelas masyarakat di Sumsel tidak perlu lagi ke luar Sumsel, dengan sarana prasarana serta tim medis yang dimiliki RSUD Sekayu, InshaAllah bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan operasi jantung terbuka. Ini goal kita sejak semula yakni menjadikan RSUD Sekayu sebagai Pusat Terpadu Jantung di Sumsel,” pungkasnya.
Diketahui, adapun dua pasien yang mendapatkan pelayanan operasi jantung terbuka di RSUD Sekayu hari ini yakni diantaranya Komsiyah, perempuan usia 56 tahun warga Desa Bukit Sejahtera RT 01/RW 01 Serasan Jaya/Balai Agung dan Indri, perempuan usia 22 tahun warga Musi Rawas. (ts)
Editor : Surya S













