EkonomiSumsel

Anggota DPD RI Apresiasi Capaian Trend Positif Kinerja Industri Jasa Keuangan Di Sumatera Selatan

×

Anggota DPD RI Apresiasi Capaian Trend Positif Kinerja Industri Jasa Keuangan Di Sumatera Selatan

Share this article

Tidak hanya kebijakan restrukturisasi yang telah terealisasi dengan baik, namun juga ada kebijakan percepatan penyaluran KUR kepada masyarakat dan UMKM. Per September 2020, di Sumatera Selatan telah tersalurkan KUR sebesar Rp2,6 Triliun kepada 57.544 nasabah, dimana 42,76% dari total penyaluran KUR disalurkan pada sektor Pertanian, perburuan dan kehutanan, yakni sebesar Rp1,12 Triliun dengan total debitur 28.714 debitur.

Lebih lanjut Untung melaporkan, perkembangan industri jasa keuangan di Sumatera Selatan saat ini dalam kondisi yang cukup baik. Kinerja seluruh perbankan, baik dari sisi aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga, dan penyaluran kredit menunjukan trend positif secara yoy, dengan rasio NPL Net yang masih terjaga di 1,86%. Kinerja Industri Keuangan Non Bank juga menunjukkan trend positif, baik dari tingkat investasi dan aset Dana Pensiun, nilai klaim dan premi Perasuransian, rekening borrower dan lender Fintech Peer to Peer Lending, dan jumlah kontrak nasabah Perusahaan Pembiayaan yang meningkat 8,50%, meskipun dari sisi pertumbuhan piutang pembiayaan mengalami penurunan sebesar 8,92%. Kinerja industri Pasar Modal juga turut menggembirakan dimana masih terdapat peningkatan jumlah investor, penjualan Reksa Dana, dan transaksi saham yang mencapai Rp6,81 Triliun, meningkat 215,82% (yoy).

Dari pihak industri perbankan yang hadir juga menyuarakan hal yang sama, dimana secara umum kinerja perbankan tetap terjaga stabilitasnya, cenderung tumbuh positif meskipun di tengah pandemic COVID-19. Adapun terkait kebijakan restrukturisasi, Perbankan telah berupaya merealisasikannya, namun dari sisi masyarakatnya sendiri lah yang belum berkenan karena masih memiliki kesanggupan membayar. Selain itu, bentuk nyata lainnya yang dilakukan oleh industri Perbankan bersama OJK, BI, dan Pemerintah Daerah yakni berupa support kepada UMKM, tidak hanya dari sisi financial, namun juga dari sisi pendampingan, pembinaan, dan pengembangan UMKM terkait kualitas produk dan pemasarannya.

Setelah mendengarkan paparan rinci tersebut, Arniza memberikan respon positif atas realisasi kebijakan percepatan pemulihan ekonomi nasional di Sumatera Selatan, yang didukung dengan trend positif dari kinerja industri jasa keuangan. “Saya berikan apresiasi kepada OJK, BI, dan Perbankan di Sumsel, karena telah memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat Sumsel, khususnya terkait dengan kredit/pembiayaan”, ungkapnya.

Sebagai penutup kegiatan, Arniza berharap bahwa ke depannya, OJK, BI, Pemerintah Daerah, bersama industri jasa keuangan dapat membuat terobosan dalam percepatan pemulihan ekonomi, di antaranya dengan memunculkan produk-produk unggulan dan meningkatan sosialisasi edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait implementasi digitalisasi transaksi dan pengembangan UMKM.

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi bersama, di antaranya terkait dengan infrastruktur, akses informasi dan keuangan, serta kebijakan Pemerintah Daerah yang berbeda satu sama lainnya, sehingga dibutuhkan komunikasi efektif dan kolaborasi yang baik antarinstansi di daerah. (eh)

 

 

Editor : Chandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *