Sesuai target Bupati Muba Dodi Reza Alex, tambah Toyibir, Muba jadi yang pertama di Indonesia melaksanakan kemitraan hilirisasi pabrik sawit antara pekebun, BUMD dan koperasi.
Dijelaskan Toyibir, saat ini Ditjen Bun sangat antusias dengan model kemitraaan ini. Lembaga ini akan menerapkan konsep kemitraan pendirian pabrik seperti yang ada di Muba dengan menggandeng seluruh petani swadaya hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Di Muba,kata dia, kelembagaan pekebun koperasi skunder yang terdiri dari gabungan petani primer telah melakukan kesepakatan dengan investor.
“Kemitraaan ini mendudukkan pekebun sawit rakyat sebagai pemilik saham. Intinyo petani tidak mengeluarkan modal dan dalam jangka waktu tertentu justru punya aset. Inilah langkah konkrit Bupati Dodi Reza Alex yakni menuju petani Muba yang berdaulat. Pekebun akan duduk sebagai bagian manajemen perusahaan gabungan tersebut,” beber dia.
Kepastian masa depan usaha ini menurut Toyibir juga diminati investor karena terjaminnya suply chain secara kualitas dan kuantitas.
Disebutkan KOIN sawit lestari memiliki jumlah kebun 4446 ha hasil PSR tahun 2017. Dan kita fokus ke petani yang ikut PSR . Di tahun mendatang petani yang belum ikut PSR kita ajak. Saat ini 2020 sudah mencapai lima ribu lebih. (ts)
Editor : Surya S













