hutan. Menjaga hutan harus melibatkan pemerintah dan swasta, namun yang terpenting
juga masyarakat – terutama yang tinggal di buffer zone area ekosistem penting. Masyarakat harus berdaya dengan kemampuan produktivitas yang tinggi sehingga pendapatan juga naik” ujarnya saat memaparkan pencapaian Kabupaten Musi Banyuasin dalam acara Webinar “Invest in Sustainable Business: Opportunities in Musi Banyuasin”, Kamis lalu (10/12/2020) yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi mitra pembangunan yang berpotensi menjadi mitra baru untuk peluang investasi lestari Muba.
Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, Fitrian Ardiansyah, menambahkan bahwa untuk menunjukan hal tersebut perlu diterapkan metode 3S yakni skala, stamina, dan sama-
sama gotong royong.
” Prinsip ini memuat semangat penting dimana perlu keterlibatan berbagai pihak khususnya petani yang berada pada lini terdepan. Karena pemahaman Pemerintah Kabupaten Muba yang mendalam terkait model bisnis hijau, sesungguhnya Muba berpeluang emas untuk memanfaatkan berbagai peluang kerjasama dan investasi hijau termasuk melalui skema Verified Sourcing Area (VSA) yang dikembangkan oleh Yayasan Inisiatif Dagang Hijau dan jejaringnya”, tambahnya. (ts)
Editor : Surya S













