Dodi menambahkan, terbitnya Inpres no 6 thn 2019 tentang RAN KSB dan perpres no 44 tahun 2020 tentang Percepatan ISPO yang dimana dalam ke 2 mandatory tersebut menuntut Pemda untuk menyusun Rencana Aksi mewujudkan Kelapa Sawit Berkelanjutan maka Pemkab Muba juga secara resmi melaunching Komitmen Muba Sustainable Palm Oil Initiative.
“Komitmen MSPOI menyatakan Muba melawan isu negatif mengenai kelapa sawit Indonesia oleh negara-negara Uni Eropa,” jelasnya.
Implementasi yang telah dilakukan dalam mewujudkan MSPOI initiative adalah impementasi PSR. yg Terlebih saat ini Muba dikenal sebagai daerah yang pertama di indonesia melakukan PSR pada tahun 2017 lalu serta menyandang predikat PSR terluas dengan realisasi rekomtek sebanyak 14.920 ha , tumbang chiping 12.238 ha dan tertanam dengan jumlah 12.068 ha.
“Bahkan dari 4446 PSR tahap pertama yang statusnya blm Masuk TM 1 , tetapi sudah panen dengan luas 1781 ha yang menghasilkan TBS dengan RBT diatas 4 Kg per tandan,” bebernya.
Bupati Muba juga menyampaikan 3 pesan untuk terus dilakukan dan dilanjutkan oleh OPD dan pihak terkait yakni pertama untuk komunitas perkebunan kelapa sawit, karet dan Gambir.
“Yang utama meningkatkan produktivitas yang sudah dilakukan selama ini dengan mereplanting kelapa sawit, dan karet. Dan untuk mendapatkan hasilnya yang lebih bagus kini digunakan digitalisasi.Pekebun dapat mendirikan pabrik CPO ke IVO sendiri, dapat memproduksi sendiri CPO maupun IVO sebagai bahan baku Biohidrokarbon (green diesel, bensin sawit dan avtur),” tandas Dodi.
“Kedua, lanjutkan hilirisasi, ini penting karena nilai tambah petani dan pekebun karet dan sawit bisa tambah besar” ungkanya
“Ketiga kita gunakan teknologi untuk tes DNA bibit sawit berkualitas pertama kali di Indonesia. Juga mengunakan teknologi untuk mesin sentrifugal untuk menghasilkan karet lateks. Jadi pengunaan teknologi kedepanya sangatlah penting” tambah dia.
Terakhir Dodi mengatakan bahwa Muba bisa menjadi ujung tombak diplomasi sawit Indonesia. Caranya, adanya kelembagaan yang kuat dan rencana aksi sustainable keberlanjutan. (ts)
Editor : Surya S













