Saat dikonfirmasi, Kapolres Lahat AKBP Ahmad Gusti Hartono, S.I.K menegaskan bahwa sebenarnya dirinya tidak pernah merasa tersinggung atas ucapa LCW. Hanya saja anggotanya harus melakukan pemeriksaan karena adanya laporan dari masyarakat.
“Kalau saya selaku Kapolres sudah memaafkan, jauh sebelum dia meminta maaf. Saya tidak tersinggung atas ucapannya karena saya yakin konteks ucapannya bukan ditujukan ke saya. Hanya saja, ucapan “Cewek alat pemuas’ telah dianggap pelapor sebagai ucapan yang merendahkan martabat wanita. Sekali lagi kalau saya pribadi tidak pernah ingin mempermasalahkan. Saya santai saja, karena dalam hidup saya mempunyai moto ‘Bersyukur atas semua keadaan, meminta maaf atas semua kesalahan dan memaafkan atas semua kesalahan’,” ujar Kapolres Lahat.
Sementara itu, usai pemeriksaan LCW membeberkan bahwa dirinya telah mengklarifikasi atas apa yang didugakan terhadap ucapannya di aksi demonstrasi viral itu.
“Maksud alat pemuas “mengarah ke patriarki”. Aku tegaskan bukan bicara kepuasan, apalagi yang mengarah ke biologis. Karena makna alat pemuas itu luas,” ujar LCW.
Editor : Andra.













