“Masyarakat jangan ragu untuk melakukan vaksinasi ini. Saya tegaskan kembali lvaksin ini aman. Jangan ikuti hoax yang menyebut jika vaksin tersebut tidak aman. Inilah bentuk perhatian pemerintah agar kita dapat beraktifitas seperti biasa lagi. Hampir 10 bulan ini aktifitas kita terbatas dan banyak sektor yang terdampak dan ini harus kita kembalikan seperti semula,” bebernya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lesty Nuraini mengatakan, sedikitnya ada 2550 vaksinator di Sumsel yang disiapkan untuk melakukan penyuntikan vaksinasi tersebut. Vaksinator tersebut sebelumnya telah menjalani pelatihan.
“Semuanya telah menjalani pelatihan. Ribuan vaksinator tersebut bertugas di seluruh Sumsel,” kata Lesty.
Dia menuturkan, tenaga vaksinator untuk Covid-19 dan tenaga vaksinasi biasa terbilang sama.
“Hanya saja, tenaga vaksinator tersebut harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang Covid-19,” tuturnya.
Dia membeberkan, untuk vaksinasi tahap pertama di mulai sejak 14 Januari 2021 hingga akhir Februari 2021.
“Yang pertama untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang jumlahnya sekitar 51.708 dan bisa bertambah. Untuk seluruh masyarakat bisa lebih dari setahun, tergantung kesediaan vaksin dari pusat,” terangnya.
Vaksin yang ada saat ini, lanjutnya, juga akan didistribusi ke beberapa Kabupaten/kota yang terdekat seperti Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten OKI, Kabupaten PALI, Kota Prabumulih dan Kabupaten Banyuasin.
“Vaksin ini telah kita distribusikan ke beberapa daerah sehingga vaksinasi juga dapat dijalankan,” imbuhnya.
Editor : Andra.













