“Padahal pendapatan selama ini saya gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga saya, cairan limbah yang menumpuk di aliran sungai itu telah mematikan sejumlah pohon karet. Sebagai pihak yang dirugikan, Saya sudah menghubungi pihak PT MHP, namun belum ada tanggapan, ” katanya.
Sementara Kepala Desa Ujanmas lama, Iwan Tarmizi, mengatakan bahwa kerusakan ratusan pohon karet warga itu sudah ditanggapi pihak PT MHP. Bahkan pihak pemerintah desa dan warga Ujanmas sudah melakukan cek dan ricek ke lokasi kerusakan ratusan pohon karet tersebut.
“Bahkan pihak perusahaan sudah melihat langsung kondisi pohon karet yang digenangi lumpur limbah. Warga dan pihak perusahaan juga sudah menghitung jumlah kerusakan itu,” ujar Iwan Tarmizi.
Setelah dihitung, kata Iwan, kerusakan yang terjadi sekitar 200 batang pohon karet.
“Hingga saat ini, pihak perusahaan belum ada kejelasan untuk mencari cara dari masalah itu. Saya berharap agar pihak perusahaan segera melakukan dispensasi kepada Pak Sapawi,” ujar Iwan menutup perbincangan.
Editor : Andra.













