EkonomiPeristiwa

Ekonomi Syariah Akan Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Tingkat Nasional dan Regional

×

Ekonomi Syariah Akan Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Tingkat Nasional dan Regional

Share this article

 

KORDANEWS-Diprediksi yang bakal menjadi satu dari tiga kekuatan ekonomi baru tingkat nasional dan regional selain pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan digitalisasi perbankan yaitu Ekonomi Syariah.

Hal ini disampaikan Hari Widodo selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel yang mengatakan “Indonesia berada di peringkat empat ekonomi dan keuangan syariah global. Dibawah Malaysia di urutan pertama disusul oleh Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Sementara itu, sektor ekonomi syariah lainnya seperti wisata halal, kosmetik dan produk kecantikan, obat dan kesehatan, fesyen dan zakat juga sangat besar sekali potensinya.” ungkapnya Kamis (21/01/21)

Dikatakannya, semua potensi besar ekonomi syariah ini diharapkan bisa membangkitkan ekonomi syariah di tanah air. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pangsa pasar industri syariah saja, padahal potensinya sangat besar.

“Indonesia harus bisa menjadi tuan rumah bagi ekonomi syariah jangan cuma sebagai sasaran industri ekonomi syariah saja,” tambah Hari Widodo saat menjadi narasumber Webinar. “Proyeksi 2021, Menakar Kekuatan Ekonomi Syariah di Sumsel” yang digelar oleh Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Palembang.

Sementara itu, Untung Nugroho selaku Kepala OJK Kantor Regional VII Sumatera Bagaian Selatan, mengakui besar sekali potensi Ekonomi Syariah di Sumsel dan Indonesia secara umum juga global. Kekuatan ekonomi syariah Indonesia kini semakin kuat dengan mergernya tiga bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia dengan total aset yang lebih besar.

Besarnya potensi ini juga memiliki hambatan yakni pertama masih rendahnya market share di tingkat Sumsel hanya enam persen atau lebih kecil dibanding market share nasional.

Kedua, literasi keuangan syariah juga masih rendah yakni indeks literasi 8,9 persen dan inklusi syariah sebesar 9,1 persen. Sementara itu indeks literasi dan inklusi nasional sebesar 38 dan 76 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *