“Kita semua memiliki peran dalam suksesnya pembangunan. Pemerintah ada hak dan kewajiban. Begitu juga dengan masyarakat. Kewajiban masyarakat salah satunya ikut menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah yang uangnya juga berasal dari rakyat,” harap HD.
Dengan kondisi infrastruktur di Kabupaten OI yang kian baik, HD berharap dapat mendongkarak pendapatan ekonomi masyarakat. Karena itu dia meminta agar masyarakat setempat kreatif dalam berbagai usaha lokal yang patut dikembangkan. Karena tidak semua daerah di Sumsel memiliki potensi sama dengan Ogan Ilir.
“Kerajinan dari Tanjung Batu misalnya harus sipertahankan. Jika perlu kenalkan keluar daerah sebagai salah satu icon Ogan Ilir,” imbuhnya.
Jika melihat data sebaran dan luas wilayah Ogan Ilir lanjut HD, pembangunan infrastruktur di daerah itu cukup sulit karena topogarafinya lebih banyak rawa dan gambut. Kondisi ini tidak segampang membangun infrastruktur di daerah lainnya. Karena butuh kajian khusus.
“Utamanya pembangunan jalan perlu penimbunan yang tidak sedikit. Namun karena niat yang kuat pemerintah tidak patah arang melakukan pembangunan di kawasan ini,” terang HD.
Sementara itu, Plt Asisten 2 Setda Sumsel, Dr Ekowati Retnaningsih dalam laporannya menyebut ada sebayak 22 kegiatan pembangunan yang memakai alokasi dana melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel TA. 2019 dengan total Rp 274.588.914.579,64 serta 40 lebih kegiatan pembangunan melalui APBD Tahun 2020 dengan total 284.360.795.967,68 yang diselesaikan di Bumi Caram Seguguk tersebut.
“Dalam dua Tahun Anggaran yakni 2019 dan 2020, Pemprov Sumsel berhasil menuntaskan pembangunan dan peningkatan konektivitas antar wilayah di Kabupaten Ogan Ilir,” paparnya.
Editor : Andra.













