Menurut Fitri, mereka yang langsung menceritakan kondisi kesehatan anaknya yang terus berangsur turun, lantaran tidak bisa berobat gratis mengunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi kendala untuk mendapat kan perawat yang intensif penyakit yang diderita anak tersebut.
“KIS nya tidak berpungsi, ternyata ada perubahan data dari kementerian, dan sekarang sudah bisa kembali digunakan berkat koordinasi Dinkes Capil dan pihak BPJS, dan dua anak itu sudah bisa dirawat di RS tanpa biaya sedikitpun,” bebernya.
Seharusnya kata Fitri, mereka hanya cukup menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja untuk mendapat kan pelayanan kesehatan baik dari Puskesmas hingga RUmah Sakit Umum daerah (RSUD) Bari milik Pemkot Palembang. Kalau untuk berobat bisa menunjukan KTP saja kalau belum memiliki KIS, asal domisli Palembang, nah, Keyla dan Kesha ini harus dibawah ke RSMH karena pihak RSMH sudah memiliki rekam medisnya,” tambahnya lagi.
Wawako Palembang ini, memang kerap turun langsung kelapangan menindak langsung laporan warga jika ada warga yang tidak mampu berobat ini, merasa puas, warga yang sempat ditanganinya untuk mendapat rujukan kesehatan di RSUD sudah berjalan dengan baik.
“Saya sudah mendapat laporan dai pihak RS ataupun puskesmas, warga yang sudah mendapat perawatan kesehatan sudah bisa kembali kerumah, hanya saja ada juga yang kita rujuk namun kesehatannya tidak tuntas,” tutupnya yang biasa turun langsung menindak lanjuti warganya yang sakit ini, dan menegaskan warga juga harus aktif jika adanya pelayanan yang kurang baik dari pihak RS dan jika ada penolakan pihak RS untuk melaporkan kepadanya yang akan tindak lanjuti langsung. (eh)
Editor : Andra.













