Sumsel

Tim Kajida Wantannas Datang ke Muba Tinjau Hilirisasi Karet

×

Tim Kajida Wantannas Datang ke Muba Tinjau Hilirisasi Karet

Sebarkan artikel ini

“Saat ini terdapat 92 UPPB dengan anggota 13.580 KK, dan karet dijual secara lelang online menggunakan aplikasi SANG BOKAR berkala tiap 1 minggu dengan harga lebih tinggi. Selisih harga mencapai Rp 4.000/kg, UPPB sebagai produsen lateks pekat (Keluang, Babat Toman, Plakat Tinggi), transformasi UPPB menjadi entitas bisnis dengan program UPPB berbadan hukum, dan melatih petani untuk produksi lateks pekat dengan metode dadih,” tambahnya.

Dodi menambahkan, dalam kaitan realisasi pendirian pabrik aspal karet Musi Banyuasin karena bahan baku melimpah dan dekat bahan baku, posisi strategis Muba memudahkan distribusi aspal karet, dan posisi Muba dilalui jalan nasional dan jalan penghubung kabupaten. Inilah keuntungan Muba karena jalan-jalan ini memerlukan aspal untuk pemeliharaan.

“Upaya lain adalah dukungan teknologi produksi aspal karet dari Puslit Karet Bogor dan PT Jaya Trade Indonesia, tersedianya captive market dari APBN dan APBD, serta upaya pemerintah merubah paradigma produksi pada tataran petani,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Dodi memberikan tiga rekomendasi yakni diantaranya diperlukan payung hukum (Perpres dll.) dalam pengggunaan aspal karet untuk pembangunan jalan yang berlaku secara nasional, peremajaan karet rakyat ( mengadopsi pelaksanaan peremajaan sawit rakyat oleh BPDP-KS, perlu juga dihimpun dana ekspor untuk pelaksanaan peremajaan karet rakyat), dan industri berbahan baku lateks pekat agar mengutamakan lateks.

“Yakinlah, dengan realisasi hilirisasi karet yang kami lakukan ini ke depan kita tidak lagi bergantung dengan harga internasional, serapan karet lokal tetap stabil, dan ini juga menjawab bagian dari nawacita Presiden RI Joko Widodo,” pungkasnya. (ts)

 

Editor : Surya S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *