Dijelaskan, upaya ini sebagai bentuk hadirnya pertamina di seluruh pelosok negeri dengan pertashop-nya, melalui berkaloborasi antara masyarakat dengan lembaga resmi Pertashop Pertamina.
“Targetnya minimal perhari 400 liter. Pertamina yang suplay langsung, sehingga harga dan kualitasnya sama dengan SPBU pada umumnya,” terangnya.
Pihaknya berharap, SPBBM tersebut bisa memberikan solusi bagi masyarakat agar tidak kekurangan lagi bahan bakar, terutama bagi masyarakat desa di Sumsel.
Sementara itu, Mudir Ponpes Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir, Drs KH Mudrik Qori, MA mengatakan, keberadaan SPBBM berbasis ponpes ini sebagai penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran, untuk membantu perekonomian masyarakat desa.
“Selama ini sering terjadi kesulitan dan kelangkaan bahan bakar bagi masyarakat desa. Adanya penyalur pinggir jalan, namun belum diketahui apakah berkualitas baik atau tidak,” ucapnya.
“Kita sebagai ponpes berusaha kuat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Dukungan berbagai pihak kita butuhkan,” ucapnya sembari menyebut santri Ponpes ini 32 santri yang telah diberikan beasiswa belajar keluar negeri dengan negara tujuan Inggris, Rusia, Hubgria, Korsel, Mesir, Sudan, Maroko, Madinah.
Editor : Admin.













