KORDANEWS – Ada banyak jenis kecanduan yang dapat terjadi, salah satunya adalah permainan atau game. Banyaknya pilihan game membuat beberapa orang berusaha untuk terus mengikuti arus, sehingga tidak memiliki waktu terhadap kegiatan lainnya. Bukan hanya itu, ternyata ada banyak efek buruk yang timbul akibat kecanduan game. Untuk mengetahui lebih jelasnya, baca ulasan berikut ini!
Efek Buruk dari Kecanduan Game
Permainan yang menggunakan alat elektronik layaknya komputer dan Playstation sedang populer di kalangan masyarakat dan tidak tergantung pada usia. Dengan adanya persaingan dan keseruan yang dirasakan, membuat seseorang berusaha lebih keras untuk lebih terdepan dibandingkan teman-temannya. Maka dari itu, game rentan menyebabkan kecanduan pada banyak orang dan mampu menimbulkan dampak buruk saat tidak dicegah.
Disebutkan jika 1 persen hingga 16 persen orang yang gemar memainkan video game memenuhi kriteria kecanduan. Salah satu indikator yang paling umum seseorang mengalami kecanduan game adalah jumlah waktu yang dihabiskan dalam satu hari, dan bermasalahnya kegiatan lainnya yang terbilang penting untuk dilakukan. Namun jika kamu bermain hanya sebagai kegiatan rekreasi, tidak akan ada efek berbahaya dan kecanduan yang dapat timbul.
Dilansir Halodoc,lalu apa saja efek dari kecanduan game yang dapat timbul? Berikut ini daftarnya:
1. Kecanduan Dopamin
Salah satu bagian di otak yang dapat menimbulkan rasa senang terhadap video game. Otak manusia melepaskan neurotransmitter yang disebut dopamin, hal ini untuk menimbulkan rasa senang. Saat tubuh melepaskan dopamin yang konstan, kebutuhan terhadapnya akan semakin bertambah. Hal ini mencegah kamu melakukan kegiatan lain yang tidak dapat merangsang dopamin layaknya bermain game. Saat melakukan kegiatan lainnya terasa tidak semenyenangkan itu, sehingga terus berusaha untuk mendapatkan perasaan tersebut yang akhirnya kecanduan dopamin.
2. Masalah Penglihata
Efek buruk lainnya dari kecanduan game adalah masalah pada penglihatan. Hal ini terjadi saat kamu menatap layar dalam waktu yang lama dan intens, sehingga menyebabkan kelelahan pada mata, terutama bagian kornea, pupil, dan iris. Bagian ini tidak dilengkapi secara biologis untuk melihat gambar digital dari perangkat elektronik. Di sisi lain, hal ini baik untuk pengidap ambliopia karena dapat sangat membantu agar ketajaman visualnya dapat pulih.













