Keinginan Gubernur Sumsel untuk melakukan ekspor beras juga sangat beralasan karena produksi pangan di Sumsel sangat berlimpah.
Seperti diketahui berdasarkan data ketersediaan dari 15 (lima belas) pangan strategis di Sumatera Selatan sejauh ini tidak perlu dikhawatirkan. Ketersediaan pangan justru melimpah pada tahun 2020 baik beras maupun telur.
Dimana produksi beras sebesar 2.696.877 Pemerintah ton dengan kebutuhan hanya sebanyak 859.744 ton sehingga terjadi surplus beras sebesar 1.837.133 ton.
Begitu juga dengan telur yang tersedia sebanyak 132.531 ton sementara yang dibutuhkan hanya 47.788 ton sehingga diperoleh surplus sebesar 98.389 ton.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel meresmikan Jembatan Cungking, Kecaman Belitang, OKU Timur. Peresmian jembatan ini sebagai realisasi program pemerataan infrastruktur hingga ke desa-desa di Sumsel.
Sementara itu, Warga Desa Karang Kemiri, OKU Timur, Eni Sukaisi mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumsel karena telah membangun jembatan sebagai akses utama warga desa.
“Dulu ada jembatan, tapi roboh sejak 1 tahun lalu. Masyarakat buat baru dengan gotong-royong. Namanya jembatan cinta,” ucapnya.
Dijelaskan Eni, jembatan hasil gotong-royong tersebut hanya bertahan satu tahu saja dan sudah tidak kayak dilewati lagi lantaran dibuat dari bahan seadanya.
“Jembatan ini satu-satunya akses jalan warga. Biasanya kami gunakan untuk aktifitas sehari-hari termasuk untuk mengangkut hasil panen seperti padi dan batu bata,” ucapnya.
Editor : Adm.













