Health

Benarkah Konsumsi Jamur Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak?

×

Benarkah Konsumsi Jamur Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak?

Share this article

KORDANEWS – Jamur merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dikenal di seluruh dunia. Di Indonesia, jamur sering dijajakan sebagai camilan – seperti jamur crispy – ataupun sebagai campuran hidangan seperti dalam cap cay. Jamur memiliki rasa yang enak serta kaya nutrisi dan antioksidan. Tak heran jika jamur memiliki banyak penggemar. Ditambah lagi, menurut sebuah penelitian baru, rutin mengonsumsi jamur dapat membantu meningkatkan kesehatan otak.

Penelitian mengenai jamur dan kesehatan otak
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang rajin mengonsumsi jamur, dalam porsi kecil sekalipun, memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI). MCI sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Pada kondisi MCI, seseorang akan mengalami gejala yang sama seperti Alzheimer, seperti ingatan yang lemah dan masalah bahasa.

Para peneliti di National University of Singapore (NUS) berhipotesis bahwa mengonsumsi jamur dapat membantu menjaga fungsi kognitif saat masa tua. Atas dasar itu, mereka melakukan penelitian baru untuk melihat apakah mereka dapat menemukan buktinya.

Temuan tersebut telah dipublikasikan di Journal of Alzheimer’s Disease pada 12 Maret 2019 lalu. Para peneliti menyimpulkan bahwa jamur yang sering digunakan dalam masakan dapat membantu mengurangi risiko MCI. Penelitian berlangsung selama 6 tahun, dari 2011 hingga 2017, dan melibatkan 663 peserta berusia 60 tahun dan lebih tua.

Jenis jamur yang menjadi fokus para peneliti adalah jamur paling umum yang dimakan di Singapura. Mereka adalah jamur emas, jamur tiram, jamur shitake, jamur kancing putih, jamur kering, dan jamur kancing kalengan.

Untuk mengukur hubungan antara makan jamur dan risiko MCI, para peneliti mengukur kemampuan kognitif para peserta.

“Orang dengan MCI masih dapat melakukan kegiatan normal sehari-hari mereka. Jadi, apa yang harus kami tentukan dalam penelitian ini adalah apakah mereka memiliki kinerja yang lebih buruk pada tes neuropsikologis standar dibandingkan orang lainnya dengan usia dan latar belakang pendidikan yang sama,” ujar penulis studi Lei Feng, seorang asisten profesor di NUS.

Selain itu, tim peneliti melakukan wawancara dan meminta para peserta untuk menjalani serangkaian tes yang dapat mengukur aspek fungsi fisik dan psikologis.

Hasilnya ditemukan bahwa makan lebih dari 2 porsi jamur matang per minggu dapat menurunkan risiko MCI sebesar 50 persen. Feng mengatakan bahwa hasil ini mengejutkan dan membesarkan hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *