Health

6 Jenis Makanan yang Mengandung Kalium Paling banyak

×

6 Jenis Makanan yang Mengandung Kalium Paling banyak

Share this article

4. Tomat
Tomat segar merupakan salah satu sumber kalium. Namun, tomat yang sudah diolah menjadi saus, atau tomat yang sudah dikeringkan mengandung lebih banyak kalium. Kandungan kalium pada semangkuk tomat kering dapat mencapai 1800 mg.

Selain tinggi kalium, tomat kering juga kaya akan nutrsi lain, seperti serat, protein, likopen, dan vitamin C yang sangat baik untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Kacang merah
Kacang merah merupakan sumber kalium yang baik. Dalam 100 gram kacang merah, terkandung sekitar 600 mg kalium. Setelah direbus, kacang merah bisa dikonsumsi secara langsung ataupun dicampurkan ke dalam salad. Pilihan lain yang juga kaya akan kalium adalah kacang kedelai dan edamame.

6. Alpukat
Satu buah alpukat mengandung kalium sekitar 900 mg. Alpukat dapat dicampur dalam beragam jenis makanan, atau dijadikan jus bersama dengan pisang, air kelapa, dan yogurt rendah lemak.

7. Makanan laut (seafood)
Sebagian besar jenis seafood memiliki kandungan kalium tinggi, terutama kerang, ikan tuna, salmon, dan tenggiri. Selain itu, ikan laut juga kaya asam lemak omega-3 dan vitamin D.

Meski begitu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi ikan laut. Pastikan ikan yang akan Anda konsumsi tidak memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Selain itu, hindari mengolah ikan dengan cara menggoreng.

8. Susu
Satu gelas susu mengandung sekitar 350 mg kalium. Sementara susu bebas lemak, bisa mencapai hampir 400 mg kalium. Semakin tinggi kandungan lemak dalam susu, kandungan kaliumnya akan semakin rendah.

Yogurt dapat menjadi alternatif produk olahan susu yang kaya kalium. Satu cangkir yogurt mengandung 350 – 500 mg kalium. Manfaat yogurt lainnya adalah mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan.

Meski memiliki beragam manfaat, kalium tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan, terutama pada penderita penyakit ginjal dan gangguan jantung. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter mengenai jumlah asupan kalium yang dianjurkan.(Alodokter.com)

Editor :John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *