“Wina adalah markas Badan Tenaga Atom Dunia (IAEA) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mereka (Austria) selama ini adalah tuan rumah yang baik dalam perundingan. Saya terkejut dan kecewa melihat bendera rezim penjajah di kantor lembaga pemerintah di Wina, yang secara kejam membunuh warga sipil, termasuk anak-anak hanya dalam beberapa hari ini. Kami mendukung Palestina,” demikian isi cuitan Araqchi melalui akun Twitter.
Peperangan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza terjadi sejak menjelang akhir Ramadan. Kedua belah pihak saling meluncurkan serangan yang merenggut nyawa ratusan orang.
dihantam serangan udara Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan menyatakan akan menyerang Hamas dengan kekuatan penuh dengan alasan sebagai pembalasan demi melindungi penduduknya.
Sejumlah pihak, termasuk PBB, mendesak supaya peperangan di Jalur Gaza segera diakhiri. Amerika Serikat sebagai sekutu Israel menyatakan siap menjadi penengah jika Hamas dan Israel ingin berunding dan melakukan gencatan senjata.( cnn Indonesia.com )
Editor : John.W













