“Kami terus melakukan komunikasi mengenai persiapan ibadah haji di tengah kondisi pandemik COVID-19 dengan Kerajaan Saudi Arabia, ” ujar dia.
Walaupun begitu, Yaqut mengatakan pihaknya secara teknis yakin, ibadah haji akan dilakukan dan Indonesia mendapat kuota meski tidak sebanyak saat keadaan normal atau sebelum pandemik.
“Kalau pemerintah Saudi membolehkan dengan kuota sekian, insyaallah saat ada keputusan kita sudah siap,” ujar dia.
Sementara itu, Kasubbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan Saefudin, mengatakan walaupun belum diketahui berapa kuota untuk Sumsel. Namun secara teknis persiapan telah dilakukan seperti vaksin COVID-19 bagi calon jemaah haji (CJH).
“Kepastiannya kita tidak tahu, karena untuk kuota kita tidak bisa mengira-ngira. Tapi kami telah lakukan vaksinasi bagi CJH bagi syarat Haji, ” kata dia.
Saifuddin menjelaskan untuk tahun 2021, Kemenag Sumsel telah menyerahkan data 7.035 jemaah haji asal Sumsel yang harus berangkat tahun 2020 untuk divaksin. Jumlah tersebut, merupakan kuota Sumsel setiap tahunnya untuk berangkat ke tanah suci.
“Datanya sudah kita serahkan Dinkes, untuk tahun 2020 sudah kita lakukan vaksin semua termasuk yang lansia. Untuk tahun selanjutnya, kita masih menunggu kuota dari Dinkes,” tutup dia.
Editor : Admin.













