Uniknya, komponen pigmen warna pada beras turut memengaruhi jumlah antioksidan pada rice bran. Jenis beras dengan pigmen warna merah dan hitam dipercaya mengandung kadar antioksidan lebih tinggi ketimbang beras putih (non-pigmen).
2. Menurunkan kolesterol tinggi
tes kolesterol
Rice bran dilaporkan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Ini berkat senyawa antioksidan gamma oryzanol atau y-oryzanol pada bekatul.
Pada hewan percobaan yang mengalami obesitas dan displidemia, kadar lemak tubuh yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan mengembalikan jumlah trigliserida, kolesterol “jahat” LDL, dan total kolesterol ke dalam kadar normal.
Kandungan gamma oryzanol-nya membantu meningkatkan kolesterol “baik” HDL. Lebih dari itu, pemberian suplementasi rice bran pada asupan harian diyakini mampu menurunkan berat badan sekaligus menjaga kadar kolesterol dan trigliserida.
Meski begitu rice bran tetap meningkatkan kadar HDL tanpa mengubah kadar gula darah hewan percobaan tersebut. Bekatul dalam beras non-pigmen (beras putih) dinilai lebih efektif untuk menyeimbangkan kadar kolesterol daripada beras berpigmen.
3. Mencegah serangan kanker
jenis kanker
Ada berbagai jenis kanker yang bisa menyerang manusia, seperti kanker darah, kanker ovarium, dan kanker kulit. Usut punya usut, lapisan pembungkus beras ini dapat membantu menurunkan risiko serangan berbagai jenis kanker.
Kesimpulan tersebut diperoleh berkat tingginya komponen bioaktif serta serat pangan pada rice bran. Contoh, senyawa peptida dan tokotrienol yang ada pada bekatul diduga memiliki peran utama untuk mencegah perkembangan kanker hati.
Pada hewan percobaan dengan kanker kulit stadium 2, pemberian suplementasi senyawa cycloartenol ferulate yang diekstrak dari rice bran juga diyakini mampu menghambat respons peradangan yang terkait dengan perkembangan penyakit tersebut.( Hallo Sehat )
Editor : John.W













