Menurut HD pemilihan Kota Pagaralam sebagai lokasi Kampus IPDN Sumsel sangat beralasan. Selain tempatnya yang sejuk cocok untuk pendidikan, masyarakat Pagaralam juga diakuinya sangat heterogen.
” Melihat daerah lain mengusulkan cabang, kami juga terpanggil. Dan Pagaralam memang lokasi yang paling cocok. Karakteristik wilayahnya sangat menarik semoga ini dapat menjadi pemicu destinasi wisata alamnya juga,” jelas HD.
Keinginan menghadirkan kampus bergengsi ini sebenarnya bukan baru ini saja. Melainkan sejak Pagaralam menjadi DOB. Iapun berharap keinginan ini segera terwujud untuk mendukung kemajuan Sumsel.
” Ini adalah warisan (legacy) yang sangat hebat. Semoga ini segera bisa diwujudkan,” ungkapnya.
Seperti diketahui usulan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk membangun kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di wilayahnya disetujui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian IPDN Cabang Sumsel itu akan menampung mahasiswa asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur, kita akan carikan opsi untuk Sumbagsel agar tidak harus lagi ke Jakarta atau ke Bukit Tinggi untuk mereka yang dari Bengkulu, Lampung, Babel dan Jambi, termasuk Sumsel, nanti bisa di sini (Sumsel),” ungkap Tito saat berkunjung ke Palembang, Rabu (31/3).
Usulan secara resmi diajukan dengan surat Nomor 642/0809/I/2021
Menurut HD pendirian kampus itu bertujuan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia daerah yang berjiwa kepamongan, profesional, dan kompeten.
Selain Wakil Rektor IPDN, tampak hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Pagaralam, Alfian Maskoni, Kepala Biro Pemerintahan dan OTDA Sumsel, Dr Sri Sulastri, Kepala Bappeda Sumsel Dr Ir Firmansyah MSc dan sejumlah kepala OPD lainnya. (Rel)
Editor : Admin.













