Sementara itu, Adi petani lainnya menuturkan, pihaknya berharap pihak instansi pemerintahan terkait dapat terjun ke lapangan untuk menyelidiki alasan kenapa beli pupuk harus ada KK dan KTP.
“Apa memang suplai dari pabrik berkurang, atau ada oknum yang membuat aturan sendiri. Kami sebagai petani tidak tahu alasan demikian, namun hal itu menyulitkan kami petani,” tukasnya.
Editor : Admin.













