KORDANEWS – Presiden China Xi Jinping, menginginkan negaranya belajar berteman dan memberi pengaruh.
Berbicara dalam sesi kepemimpinan Partai Komunis pada awal pekan ini, Xi mengatakan penting bagi China bisa menceritakan kisahnya sendiri dengan cara positif.
Menurutnya, hal itu bisa membentuk citra “China yang kredibel, menyenangkan, dan terhormat”.
Menurut laporan kantor berita Xinhua, Xi menganggap organisasi propaganda Partai Komunis perlu menjelaskan kepada dunia bahwa Beijing tidak menginginkan apa pun selain kesejahteraan rakyat China.
Sejak berkuasa pada 2012, Xi memang terus mendorong China mengambil peran yang lebih besar dalam politik global. Namun, Beijing hanya memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan negara besar di dunia.
Sejauh ini, Xi dinilai berhasil membawa China menjadi negara adidaya seperti Amerika Serikat. Akan tetapi, salah satu tantangan yang sulit bagi Xi adalah mengubah narasi soal China yang mayoritas negatif.
Sebuah survei dari Pew Reearch pada akhir 2020 menemukan bahwa mayoritas warga dari 14 negara di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur, memandang negatif China.
Sebagian besar pandangan negatif itu dipengaruhi oleh pandemi virus corona (Covid-19). China dinilai tidak transparan dan menutup-nutupi asal muasal virus corona yang pertama muncul di negara itu sehingga menyebar ke seluruh dunia.
Meski begitu, jauh sebelum pandemi corona muncul, pandangan mayoritas publik internasional terkait China cenderung negatif.
Salah satunya terkait diplomasi serigala China, di mana para diplomat Tiongkok terkenal vokal dan agresif dalam perdebatan.













