Istilah itu mulai dikenal sekitar 2019 ketika para diplomat tinggi China menuduh adanya kampanye penghinaan terhadap Negeri Tirai Bambu dalam konferensi pers atau media sosial.
Pada Juli 2019, salah satu diplomat ulung China, Zhao Lijian, kerap mengunggah kicauan di Twitter dan pernyataan lainnya berbunyi kecaman atas kemunafikan Amerika Serikat soal hak asasi manusia.
Zhao kerap menganggap AS kerap berkoar soal HAM namun memiliki masalah rasisme dan kepemilikan senjata yang kerap memicu insiden penembakan di dalam negeri.
Agresivitas Zhao dalam membela China menjadi kontroversi. Namun, hal itu membuatnya didapuk menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Dikutip CNN, jejak karier Zhao pun kini banyak ditiru diplomat Negeri Tirai Bambu lainnya.
Selain Zhao, diplomat China lainnya, Yang Jiechi, sempat mengatakan bahwa “AS tidak memiliki kualifikasi untuk berbicara dengan China.”
Pernyataan itu pun menjadi kontroversi di luar negeri, namun dengan cepat menjadi slogan yang banyak dicetak di Beijing dan kota-kota lainnya
Editor: John.W













