KORDANEWS – LAHAT – Biasanya petani dalam membasmi hama tikus menggunakan berbagai cara, ada yang diburu, dijerat atau memasang perangkap. Tapi, di areal sawah milik Kelompok Tani (Koptan) Makedum Sakti Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, jajaran Dinas Pertanian mencoba dengan cara lain yakni, bom asap (BRANKUS 57 PS).
Alhasil, ratusan Hama tikus dapat dibasmi, sehingga bisa menekan populasi mereka, dikarenakan, bisa merusak tanaman padi yang siap panen hingga puluhan batang.
“Ini merupakan Gerakan bersama Pengendalian (Gerdal) serentak di 17 kabupaten/kota se Sumatera Selatan (Sumsel), Kegiatan UPTD Balai Perlintan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel. Gerdal ini dilaksanakan saat petani sudah panen, bertujuan untuk menekan populasi hama tikus pada saat musim tanam selanjutnya,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Lahat, Eti Listina SP MM, belum lama ini.
Eti menambahkan, mekanisme penggunaan BRANKUS 57 PS yang bercampur bahan beracun serta belerang cukup mudah, dimana bom asap ini mempunyai dua ujung , kedua ujungnya ada dua warna. warna putih ( ada tulisan sumbu) dan coklat, lalu cari lubang tikus yang masih aktif sebagai sasaran pengemposan (pengasapan, red).
“Apabila sudah diketemukan pastikan ada berapa lubang di dekatnya, tutup lubang tersebut dan sisakan satu masih aktif, nantinya akan di gunakan pengasapan, kemudian bakar brankus pada ujung tulisan sumbu sampai terbakar dan masukkan dalam lubang akan diasapi tadi, tunggu sampai asapan berhenti lalu lubang tertutup semuanya,” papar Eti.













