Kesulitan mencari kerja di tengah pandemi mendorong Ayub Antonius menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi. Dengan modal hanya Rp200.000, ia membuka toko di Tokopedia ‘Pabrik Kerupuk Palembang’ pada Maret 2020 dan menjual hampir seluruh jenis kerupuk khas Palembang.
Melalui usaha ini, Ayub membantu para produsen kerupuk rumahan di pelosok dapat akses ke lebih banyak pembeli lewat pemanfaatan teknologi.
“Banyak sekali industri rumahan di Palembang yang memproduksi kerupuk. Ada yang tinggal di jalan setapak bahkan hutan,” ungkapnya.
Dengan menggandeng para produsen kerupuk tersebut, secara tidak langsung Ayub juga memberdayakan nelayan lokal.
“Produsen-produsen ini ambil bahan segar pembuatan kerupuk, seperti ikan dan cumi, dari nelayan di Bangka Belitung,” jelas Ayub.
Ayub juga melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan, “Mulai dari menghadirkan lebih banyak varian kerupuk, membuat promo hingga aktif mengikuti kampanye di Tokopedia, seperti Waktu Indonesia Belanja (WIB) Palembang dan Tokopedia Nyam.”
Kini Ayub mampu memperoleh omzet hingga Rp100 juta per bulan. Di sisi lain, produk yang dihasilkan oleh para produsen kerupuk rumahan yang digandeng Ayub, kini juga dapat dinikmati pembeli dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, Kupang bahkan Papua.













