KORDANEWS – Gelombang panas yang terjadi di wilayah barat laut Amerika Serikat turut memicu pemadaman listrik dan menyebabkan aspal jalan terkelupas.
Pemadaman listrik terjadi karena komponen di gardu listrik rusak akibat cuaca panas. Selain itu, lonjakan beban pemakaian arus listrik oleh masyarakat untuk penggunaan alat pendingin ruangan membuat suhu kabel milik perusahaan listrik naik hingga akhirnya meleleh.
Dilansir Associated Press, Rabu (30/6), wilayah Amerika Serikat yang terdampak gelombang panas adalah Seattle dan Spokane di negara bagian Washington serta Portland, negara bagian Oregon.
Kerusakan jaringan listrik di wilayah Spokane membuat sekitar pemadaman listrik terhadap 8.200 rumah. Perusahaan listrik setempat, Avista Utilities, menyatakan kemungkinan pemadaman listrik itu berlanjut sampai hari ini.
Avista menyatakan mereka sudah berupaya mengantisipasi suhu terik yang mencapai 43.3 derajat Celcius. dan lonjakan pemakaian listrik oleh penduduk. Namun, ternyata beban pemakaian lebih besar ketimbang pasokan listrik yang mereka punya, demikian menurut Wakil Direktur Bidang Distribusi Energi Avista Utilities, Heather Rosentrater.
Gelombang panas juga proses belajar mengajar di sekolah dan kegiatan perekonomian di Seattle ditutup untuk sementara. Para penduduk yang tidak mempunyai alat pengatur suhu ruangan di kediaman mereka memilih memadati kolam renang, sungai hingga toko es krim untuk mendinginkan suhu tubuh.
Akibat gelombang panas, lokasi pemeriksaan Covid-19 dan program vaksinasi berjalan di Washington juga untuk sementara ditunda.
Gubernur Washington, Jay Inslee, mengatakan fasilitas umum dan infrastruktur yang ada saat ini tidak dirancang untuk bisa beroperasi di suhu panas seperti yang terjadi saat ini.













