KORDANEWS – Sekitar 2.500 warga di India menjadi korban penipuan setelah kedapatan menerima suntikan vaksin Covid-19 palsu berisi air garam. Pihak berwenang melaporkan setidaknya ada 12 pos vaksinasi palsu beroperasi di Mumbai dan wilayah sekitarnya di negara bagian Maharashtra. Dokter dan tenaga medis yang terlibat pun telah diciduk kepolisian.
“Mereka menggunakan air asin dan menyuntikannya. Di setiap kamp vaksinasi palsu yang mereka punya, mereka melakukan ini,” kata seorang pejabat senior Departemen Kepolisian Mumbai, Vishal Thakur, pada Senin (5/7). Para pelaku sekaligus penyelenggara belasan pos vaksinasi palsu itu membebankan biaya kepada warga untuk setiap suntikan vaksin.
Pihak berwenang menyatakan bahwa hingga saat ini, para komplotan vaksin palsu itu setidaknya telah meraup untung sebesar US$28 ribu atau Rp405,8 juta. Sejauh ini, aparat berwenang telah menangkap 14 tersangka. Belasan tersangka itu didakwa pasal penipuan, percobaan pembunuhan, konspirasi kriminal, dan beberapa tuduhan lain. “Kami telah menangkap para dokter. Mereka menggunakan rumah sakit yang memproduksi sertifikat palsu, vial, dan jarum suntik,” ujar Thakur.
Berdasarkan laporan afiliasi CNN, CNN-News18, belasan pos vaksinasi palsu itu beroperasi sekitar akhir Mei dan awal Juni. Pihak berwenang mulai menyelidiki setelah beberapa korban penipuan curiga dengan sertifikat vaksinasi yang mereka terima.













