Meski begitu, sejauh ini tidak ada korban yang mengalami gejala efek samping dari suntikan vaksin palsu tersebut. Kasus ini terjadi ketika India berupaya memperluas dan mempercepat program imunisasi nasional di tengah keterbatasan pasokan vaksin. Percepatan vaksinasi dilakukan sebagai salah satu upaya meredam lonjakan penularan Covid-19 di India yang salah satunya disebabkan oleh kemunculan virus corona varian Delta yang dinilai lebih menular.
Kemunculan varian Delta dan sikap abai masyarakat soal protokol kesehatan memicu gelombang kedua infeksi Covid-19 yang lebih parah di India sejak April lalu. Pada Juni lalu, Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan pelaksanaan vaksinasi terpusat, di mana sebagian besar dosis akan diberikan oleh pemerintah pusat kepada setiap negara bagian secara gratis. Sejak itu, India mencatat rekor dengan berhasil memvaksinasi 8 juta orang dalam sehari. Sejauh ini lebih dari 62 juta orang atau sekitar 4,5 persen dari total populasi negara itu telah melakukan vaksinasi penuh.
Editor :Jhon.W













