“Seperti kecurangannya, indetifikasi kendaraan baik sasis maupun mesin yang kadang bukan untuk peruntukannya atau sudah di tuneup menjadi CC/mesin yang lebih besar maka tidak terlihat secara fisik padahal itu sangat berpengaruh pada besaran pajak yg dibebankan,” katanya
Diakhir sambutanya Herman Deru berharap kepada UPTB lainnya untuk memberikan kreatifitas dalam meningkatkan pelayanan kapada wajib pajak.
Sementara itu, Kepala Samsat Wilayah III Palembang, Ir Deliar Marzoeki mengatakan Aplikasi E-SKIP untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan setelah mereka membayar pajak.
“Nanti mereka akan memberikan program E-SKIP seperti sangat puas, puas dan kurang puas. Bahkan kami juga meluncurkan tambahan pelayanan Pojok Baca Digital. Kami tidak menggunakan buku, tapi kami menggunakan digital. Jadi ini kami yang pertama yang berbasis digital,” tutupnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel Hj Neng Muhaiba mengatakan Aplikasi E-SKIP ini adalah pelopor dari Kepala Samsat Wilayah III Palembang, Ir Deliar. Selain itu untuk pojok baca digital.
“Setiap seluruh UPTB sudah memilikinya tetapi masih manual, beda dengan yang di UPTB Samsat Wilayah III mereka menggagas pertama untuk pojok baca digital,” ucap Neng.
Editor : Admin.













