“Kita tentu tidak pernah menduga akan terjadinya musibah ini, namun ini harus dijadikan pelajaran sehingga kedepannya kita dapat waspada,” terangnya.
Sementara untuk pembangunan kembali pemukiman warga yang terbakar, dia mengatakan, akan melakukan kajian lebih lanjut. Hal itu mengingat, pemukiman dilalap sijago merah tersebut terletak di kawasan dekat dengan badan jalan.
“Melihat dari kondisi saat ini, belum memungkinkan untuk dibangun karena pemukiman tersebut sangat dekat dengan badan jalan. Kita minta pemkab Ogan Ilir untuk melakukan peninjauan ulang untuk penataan lebih lanjut kawasan ini,” tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (10/7) petang menyebabkan 22 unit rumah menjadi arang.
“Para korban saat ini mengungsi di rumah sanak saudara, masjid, maupun posko-posko yang dibangun. Ada 99 jiwa yang yang diungsikan,” kata Kepala Desa Ibul Besar III Pitersak Lito.
Menurutnya, kebakaran yang menyebabkan 28 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal tersebut diduga berasal dari konsleting listrik.
“Informasinya dari konsleting listrik. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami juga sangat berterima kasih kepada pak Gubernur dan pihak lainnya yang telah menunjukkan kepeduliaannya dan langsung bergerak cepat membantu,” pungkasnya.
Turut hadir dalam pemberian bantuan tersebut, Wakil Bupati Ogan Ilir H Ardani, Wakil Ketua Komis V DPRD Sumsel Masagus H Syaiful, Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Camat Pemulutan Ogan Ilir M Zen dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
Editor : Admin.













