Ekonomi

Idul Adha Di tengah Pandemi, Peternak Sebut Penjualan Hewan Kurban Merosot

×

Idul Adha Di tengah Pandemi, Peternak Sebut Penjualan Hewan Kurban Merosot

Share this article

“Hari ini ada 17 ekor sapi yang kami periksa, semuanya sehat dan memenuhi standar. Namun kami sempat sebelumnya menemukan ada sekitar 60 persen kambing yang dijual tidak memenuhi standar kurban, dan sapi sekitar 7,9 persen di Sumsel,” ujar dia.

Pihaknya lantas memberikan arahan kepada masyarakat dan peternak agar membeli dan menjual hewan sesuai anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI), di mana hewan yang dijual sudah cukup umur.

“Karena hewan kurban besar belum tentu umurnya cukup. Bisa saja kecil justru cukup umur. Hewan kurban layak konsumsi karena dia sehat, mencapai umur untuk dipotong jika dua pasang gigi susu tanggal, atau minimal berusia di atas dua tahun,” jelas dia.

Selain mengecek syarat hewan kurban yang dijual, pihaknya memastikan kesehatan kurban tidak membawa penyakit ke manusia. Adapun beberapa jenis penyakit hewan kurban yang diantisipasi adalah cacing hati, Antaraks, Salmonella, Leptospirosis, Brucellosis, dan lainnya. Tak cuma itu, hewan kurban juga dilakukan pemeriksaan Antemortem dan Postmortem.

“Kita bisa cek dari sapi. Jika paru-parunya rusak sebelah harusnya dibuang. Begitu juga hati kalau rusak dibuang. Ada perbedaan yang normal dan sakit. Kalau sakit mudah teridentifikasi melalui hati dan paru-paru. Jika hati akan bengkak membulat atau berubah warna menjadi lebih hitam, sedangkan paru menjadi abu-abu,” jelas dia.

Editor : Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *