PeristiwaSumsel

Akhir Juli, Sumsel Berpotensi di Karhutla

×

Akhir Juli, Sumsel Berpotensi di Karhutla

Share this article

“Kondisi suhu, kelembaban udara, dan curah hujan diprediksi semakin menurun dalam beberapa hari ke depan,” ungkap dia.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas 1 Palembang, Nandang Pangaribowo menjelaskan, saat ini merupakan fase musim kemarau di wilayah Sumsel. Saat siang hari, cuaca akan terasa lebih panas dan malam hari terasa dingin akibat fenomena Bediding.

Menurutnya, hal ini biasa terjadi pada musim kemarau, di mana jarang terjadi hujan akibat tutupan awan berkurang. Namun panas permukaan bumi terjadi akibat radiasi matahari lebih cepat dan lebih banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang.

“Dengan curah hujan yang kurang maka kelembapan udara juga rendah, berarti uap air di dekat permukaan bumi juga sedikit. Maka panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar, sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari,” ungkap dia.

Nandang menambahkan, data curah hujan di wilayah Sumsel dalam beberapa waktu ke depan akan berkurang. Saat memasuki puncak kemarau maka potensi karhutla akan terbuka.

“Masyarakat tetap harus waspada, karena saat puncak kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus hingga awal September. Diperkirakan sudah tidak ada potensi hujan yang terjadi,” tutup dia.

Editor : Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *