Health

Peminat Program Bayi Tabung Di Indonesia Terus Meningkat

×

Peminat Program Bayi Tabung Di Indonesia Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini

Kordanews – Perkembangan program IVF di Indonesia pun semakin pesat. Saat ini terdapat lebih dari 36 layanan bayi tabung di tanah air dengan angka siklus mencapai 10.000 ribu.

“Program bayi tabung sendiri sebetulnya sudah menjadi tuan rumah di Indonesia. Saat ini jumlah siklus bayi tabung di Indonesia sudah mencapai lebih dari 10.000 siklus dan sekitar 40 persennya dilakukan di klinik Morula IVF,” kata President Director Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Riza Sini dalam keterangannya.

Dilansir dari Bisnis.com, Dia juga menekankan, dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah siklus bayi tabung di Indonesia sangat besar sehingga pengalaman dokter pun lebih tinggi. Dia memaparkan, hingga saat ini Morula IVF telah melakukan total 4.015 prosedur IVF pada tahun 2020 dan memiliki tingkat keberhasilan bulanan rata-rata 53%. Pada tahun 2020, dan mencapai tingkat keberhasilan bulanan tertinggi 71%, dengan prognosis yang baik di antara wanita di bawah 35 tahun.

Program bayi tabung merupakan pemanfaatan teknologi reproduksi berbantu dengan cara mengawinkan sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur yang dilakukan di luar tubuh manusia. Dalam metode ini, sel telur akan dibuahi sperma di luar tubuh, atau lebih tepatnya di laboratorium embriologi.

Sperma yang digunakan untuk membuahi sel telur dipilih dengan kualitas terbaik agar proses kehamilan berjalan lancar. Setelah embrio mulai terbentuk, lalu akan dipindahkan ke dalam rahim sang ibu. Tentu ini menjadi titik cerah bagi pasangan yang kesulitan memiliki momongan. Meskipun prosedur bayi tabung terdengar simpel, namun prakteknya tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, hal ini melibatkan banyak aspek dan diperlukan persiapan yang sangat matang, baik dari segi calon ibu maupun ayah.

Sehingga tak heran jika biaya IVF ini sedikit mahal. Di Indonesia, biaya IVF bayi tabung berbeda-beda tergantung rumah sakit tempat melakukan prosedur ini. Adapun estimasi biayanya berkisar antara Rp60 juta hingga Rp100 juta.

Untuk menjalankan program IVF pasangan harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi. Mulai dari tidak boleh pada pasangan yang belum menikah, tidak menggunakan ibu pengganti, tidak boleh menggunakan bank sperma, hingga tidak boleh pada pasangan yang sudah meninggal dunia, diwajibkan mempersiapkan buku nikah sipil. Setelah melewati proses administrasi, pasangan suami istri akan melalui beberapa pemeriksaan kesehatan, pengecekan sperma serta konseling untuk persiapan mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *