-ruam pada kulit,
-gatal pada kulit,
-bengkak dan gatal-gatal pada bibir, lidah, dan area dalam mulut,
-tenggorokan gatal,
-sakit perut, mual, dan muntah,
-bersin, serta
-pilek.
Perlu diketahui bahwa gejala ini umumnya hanya berlangsung beberapa detik atau menit. Ini disebabkan karena protein buah bisa dengan cepat dipecah oleh air liur. Alergi ini biasanya bisa hilang dengan cepat dan tidak memerlukan perawatan serius.
Selain itu, protein yang menyebabkan pollen-food syndrome tidak terlalu kuat terhadap panas atau asam di perut.
Itulah sebabnya orang dengan alergi ini cenderung tidak mengalami reaksi parah dibanding dengan jenis alergi makanan lainnya. Sebagian orang juga tidak mengalami gejala alergi setelah makan buah yang sudah dimasak.
Meski demikian, tetap ada sedikit kemungkinan mengalami anafilaksis yakni reaksi gejala parah yang membuat kesulitan menelan dan bernapas. Kondisi ini berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Bila mengalaminya, segeralah mencari bantuan medis.
Mengatasi dan mencegah alergi buah
Sebelum melakukan penanganan dan pencegahan, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah gejala yang Anda rasakan merupakan gejala alergi. Untuk mengetahuinya, Anda harus pergi ke dokter guna menjalani tes alergi.
Tes alergi makanan yang mungkin akan dilakukan yakni tes tusuk kulit dan tes darah. Bersama dengan data yang dokter dapatkan saat melakukan pemeriksaan fisik, hasil tes akan memperlihatkan gambaran yang jelas tentang kondisi Anda.
Jika Anda sudah benar-benar didiagnosis mengidap alergi ini, mulailah hindari makanan atau minuman yang mengandung buah pemicu, tak terkecuali produk kecantikan yang menggunakan buah tersebut sebagai bahannya seperti lip balm.
Apabila Anda pergi berbelanja bahan-bahan makanan, ingatlah untuk selalu membaca label komposisi bahan. Pastikan produk yang Anda beli terbebas dari buah yang dapat memicu alergi Anda.
Dalam beberapa kasus, memasak buah dan sayuran tertentu dapat menghancurkan dan mengubah protein yang menyebabkan sindrom alergi oral. Namun, ini tergantung jenis buah yang memicu reaksinya.
Umumnya, ada beberapa buah dan sayuran yang punya kondisi sendiri saat dimasak. Kacang-kacangan dan seledri misalnya, mengandung beberapa alergen dan tidak semuanya hancur oleh panas. Pada buah-buahan, alergen dalam stroberi juga tahan panas.
Jus buah yang dipasteurisasi biasanya aman dikonsumsi. Ssebagian besar sumber makanan seperti tomat, apel, kentang, pir, dan buah-buahan lunak lainnya lebih baik dimasak terlebih dahulu untuk menghancurkan protein penyebab alergi.
Bila Anda belum yakin dengan buah yang ingin dikonsumsi, konsultasikanlah hal ini pada dokter alergi. Mereka nantinya dapat membantu Anda dalam menyusun menu makan dan memberikan daftar rekomendasi asupan buah yang aman untuk dimakan.
Bagi Anda yang memiliki reaksi alergi parah, dokter akan memberikan auto-injeksi epinefrin yang harus selalu bersama Anda. Jadi, ketika reaksi tersebut terjadi, Anda bisa langsung disuntikkan obat tersebut sebelum pergi ke ruang gawat darurat.
Editor :John.W













