Guna meningkatkan harga, dirinya memilih mengolah dua macam kopi. Pertama kopi asalan yang biasa dijual ke toke atau tengkulak. Serta kopi petik merah.
“Untuk harga yang lebih baik tentu harus kering dan bersih. Kenapa masih mengolah kopi asalan karena permintaannya masih tinggi dan celat dijual,” tambahnya.
Sementara petik merah permintaan belum terlalu banyak, namun dari segi harya cukup tinggi. “Kalau kering dan bersih bisa mencapai Rp35 ribu- Rp45 ribu,” ungkap Eren.
Senada disampaikan Yogi, petani asal Lahat, bahwa saat ini harga kopi dipasaran turun. Untuk kopi umum, harganya Rp 19 ribu dari sebelummya Rp 20 ribu.
“Harga dari Lampung turun, jadi harga toke disini juga turun. Untuk kopi saya sebagian ada yang petik merah jadi harganya masih tinggi,” tutupnya. (Jml)
Editor : Surya S













