Andi mengatakan, kapasitas produksi perusahaan daerah milik Pemkot Palembang itu 4.300 liter/detik di kondisi kemarau. Jumlah produksi air bersih yang diolah olahraga PDAM pun dinilai kekurangan untuk didistribusikan ke 300 ribu lebih pelanggan.
“Berapapun yang kita distribusi selalu habis. Makanya di beberapa wilayah kita buat pola pengaliran terjadwal tidak 24 jam. Seperti untuk yang berada di ujung aliran mereka karena kondisi kemarau ini tidak bisa dapat air sebanyak sebelum kemarau. Seperti di Sukawinatan dan Sako yang kita buat terjadwal,” Andi menerangkan.
Ia menambahkan, untuk meningkatkan kapasitas produksi, PDAM akan menggunakan dana pinjaman dari Bank Sumsel Babel senilai Rp90 miliar yang telah diproses belum lama ini, guna penyelesaian Intake Karang Anyar membangun instalasi 500 liter/detik.
“InsyaAllah target kita akhir tahun ini dan diprediksi bisa mengcover kurang leebih 10 ribu pelanggan baru dan tidak perlu lama menunggu pemasangan baru,” kata Andi Wijaya.
Editor : Admin.













