Ia bahkan meminta ke pemerintah pusat untuk mengirimkan 1,5 juta dosis per bulan. Tujuannya, awal 2022 target 6,8 juta warga Sumsel atau sekitar 70 persennya sudah divaksinasi.
“Kita masih mengejar segmen-segmen lama (pra lansia, nakes, pelayan publik), belum lagi ada anak sekolah yang belum vaksin,” ungkap dia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Lesty Nurainy membenarkan jika serapan vaksin di Sumsel saat ini terbatas. Pihaknya, baru merealisasikan vaksinasi tahap pertama sekitar 15 persen. Sedangkan tahap kedua 9 persen. Menurutnya, untuk di Sumsel ada tiga jenis vaksin yang masuk yakni, Astra Zeneca, Sinovac dan Moderna.
Untuk jenis Moderna masih dikhususkan bagi nakes sebagai tambahan dosis ke tiga. “Dosisnya dipakai di seluruh wilayah, sampai langsung kita kirim. Sedangkan Moderna saat ini dikhususkan nakes, memang nanti rencananya untuk masyarakat umum juga yang belum vaksin,” tutup dia.
Editor : Admin.













