Menurut data Gapkindo Sumsel, ekspor karet sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai 501.651 ton. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 414.956 ton.
“Kenaikan ini terjadi karena secara kuantitas maupun harga jual lebih baik. Sebab tahun lalu kondisi lockdown memengaruhi distribusi dari negara-negara pengimpor karet, di samping harga juga rendah,” jelas dia.
Menurut Alex, pembelian karet dari negara tujuan sudah kembali normal. Begitu pula dengan harga di pasar Singapore Commodity Exchange (Sicom) yang rata-rata senilai US$1,65 per kilogram. Adapun pasar utama untuk ekspor karet adalah Tiongkok.
“Produksi pabrik karet di Sumsel lebih dari 90 persen diserap oleh pasar ekspor, dan produksi total karet mencapai 521.819 ton,” tandasnya.
Editor : Admin.













