Secara rinci, Airlangga memaparkan bahwa kontribusi Pulau Sumatra terhadap kasus nasional secara kumulatif adalah 14,06 persen, kesembuhan 80,96 persen, tingkat confirmed fatality rate 3,17 persen, kasus aktif 15,8 persen, dan penurunan kasus aktif sebanyak 8,86 persen.
“Di Kalimantan kontribusi terhadap kasus aktif sebesar 7,76 persen, kemudian kesembuhannya adalah 83,05 persen, tingkat kematian atau confirmed fatality rate-nya adalah 2,95 persen, kemudian kasus aktifnya adalah 13,99 persen, dan penurunannya dalam seminggu terakhir adalah 12,12 persen,” jelasnya.
Sedangkan kontribusi Sulawesi terhadap nasional secara kumulatif adalah sebanyak 5,24 persen, kesembuhan 81,36 persen, confirmed fatality rate 2,32 persen, dan presentase kasus aktif 16,33 persen, dan penurunan dalam seminggu terakhir sebanyak 2,51 persen.
“Di Maluku, Papua, Nusa Tenggara, kontribusinya 3,99 persen terhadap nasional, recovery rate-nya 80,71 persen, kasus fatality rate-nya 1,84 persen, sedangkan kasus aktifnya berkontribusi sebesar 17,45 persen, dan penurunan kasusnya sebesar 14,96 persen,” tambahnya.
Menutup penjelasannya Airlangga menegaskan bahwa tidak ada perubahan jumlah kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM di luar Jawa-Bali hingga tanggal 23 Agustus 2021.
“Kalau kami lihat beberapa hal yang dapat kami catat bahwa perpanjangan yang dua minggu ini tetap berlaku sampai dengan tanggal 23 Agustus 2021 dengan PPKM kabupaten dan kota di luar Jawa-Bali, untuk di [PPKM] Level 4 ada 45 kabupaten/kota, kemudian di Level 3 ada 302 kabupaten/kota, dan untuk di Level 2 ada 39 kabupaten/kota,” pungkasnya.
Editor :John.W













