Mineral kalium akan bekerja dengan membantu meregangkan dinding pembuluh darah. Lalu, aliran darah akan kembali lancar serta menurunkan tekanan darah.
Tekanan darah tinggi akan menurunkan fungsi ginjal secara bertahap. Apabila kondisi ini tidak terkontrol, lama-kelamaan akan menimbulkan komplikasi berupa penyakit ginjal kronis.
Walaupun begitu, efektivitas dari manfaat konsumsi biji petai secara langsung ini tentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Jangan makan petai berlebihan, karena…
efek samping makan petai berlebihan
Manfaat petai untuk organ ginjal dapat Anda rasakan jika mengonsumsinya dalam batas wajar. Makan petai berlebihan bisa memengaruhi kesehatan, yang bahkan bisa merusak ginjal sehat Anda.
Sama halnya seperti jengkol, petai juga mengandung senyawa sulfur bernama djenkolic acid atau asam jengkolat. Kandungan inilah yang menimbulkan aroma menyengat dari petai.
Konsumsi petai secara berlebihan akan meningkatkan kadar asam jengkolat dalam tubuh, yang pada suatu titik tertentu bisa menyebabkan kondisi bernama djenkolism atau kejengkolan.
Sebuah studi dalam International Medical Case Reports Journal, kejengkolan menjadi salah satu penyebab cedera ginjal akut yang jarang terjadi, tetapi perlu Anda waspadai.
Kelebihan asam jengkolat memicu pembentukan kristal pada ginjal dan saluran kemih. Cedera ginjal akut bisa menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, dan nyeri panggul.
Jika Anda menderita gangguan ginjal sebelumnya, sebaiknya menghindari konsumsi petai. Hal ini karena berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram petai mengandung sekitar 170 mg fosfor dan 221 mg kalium.
Penurunan fungsi ginjal bisa menyebabkan kelebihan kadar fosfor dan kalium menumpuk dalam darah. Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi pada jantung, tulang, dan otot.
Petai akan tetap bermanfaat untuk ginjal jika Anda konsumsi sewajarnya. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter terkait manfaat petai sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Editor :John.W











