Health

Benarkah Stres Akibat Pandemi Tingkatkan Risiko Gangguan Makan

×

Benarkah Stres Akibat Pandemi Tingkatkan Risiko Gangguan Makan

Share this article

KORDANEWS – Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 membawa banyak perubahan dalam hidup setiap orang. Perubahan rutinitas, kesulitan keuangan, dan rasa terisolasi di rumah, sekalipun, dapat menimbulkan stres, yang pada akhirnya memicu gangguan makan atau eating disorder.

Ya, sebuah studi teranyar mengungkapkan bahwa stres karena pandemi dapat meningkatkan risiko gangguan makan pada seseorang. Ingin tahu lebih lanjut? Simak dalam pembahasan berikut ini.

Dilansir halodoc.com dalam studi yang diterbitkan di The International Journal of Eating Disorders pada Juli 2021 lalu, ditemukan bahwa stres, gejala depresi, dan kesulitan keuangan yang ekstrem semakin mendorong orang untuk makan sebagai bentuk koping selama pandemi COVID-19. Dari stresor, masalah ekonomi menjadi dorongan terbesar untuk menggunakan makanan sebagai mekanisme koping.

Pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan drastis pada kehidupan sehari-hari masyarakat, dan dalam beberapa kasus, berdampak negatif pada pendapatan dan hubungan sosial mereka. Pada gilirannya, stres dan ketidakpastian merajalela.

Karena stres dan ketidakpastian tambahan telah dikaitkan dengan gangguan makan, peneliti memperkirakan COVID-19 dapat membuat beberapa individu mengembangkan gangguan makan.

Untuk mengeksplorasi penyebab masalah ini, para peneliti dari University of Minnesota Medical School dan School of Public Health menyurvei 720 orang dewasa muda, sekitar usia 24, pada April dan Mei 2020. Tekanan psikologis, stres, manajemen stres, dan kesulitan keuangan selama pandemi COVID-19 serta gangguan makan dievaluasi.

Pada akhirnya, para peneliti menemukan enam faktor yang menyebabkan perubahan perilaku makan, yaitu:

– Makan dan ngemil tanpa berpikir.
– Peningkatan konsumsi makanan.
– Penurunan nafsu makan.
– Makan untuk mengatasi stres.
– Pengurangan asupan makanan terkait pandemi.
– Peningkatan yang nyata dalam gejala gangguan makan.

Faktor-faktor tersebut dikaitkan dengan manajemen stres yang lebih sedikit, gejala yang lebih depresi, dan kesulitan keuangan. Sebaliknya, manajemen stres membantu mengurangi penggunaan makan sebagai bentuk koping.

Bagaimana Mengatasinya?
Stres karena pandemi mungkin memperburuk hubungan penuh yang mungkin sudah kamu miliki dengan makanan, atau berpotensi pada pengembangan gangguan makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *